Powered by Blogger.
RSS

"Dan Untuk Kesekian Kalinya.."

Ku terdiam dan duduk di sebuah kursi kayu
Menatap ke langit dan melihat teriknya matahari waktu itu
Hingga langit yang tadinya cerah kini diselimuti oleh awan mendung
Awan mendung yang bergerak perlahan menutupi matahari nan terik
Sambil terus melihat keatas, entah berapa lama ku terdiam disana

Satu jam, dua jam...
dan masih saja kupandangi langit itu
Ku pun duduk sambil mendengarkan sebuah lagu
Dengan headset yang terpasang di telinga
Dan kudengarkan lagu nan syahdu itu

Yakk,sebuah lagu yang mengingatkanku pada seseorang
Seseorang yang telah lama kucari
Seseorang yang telah lama kunanti

Tanpa rasa bosan, lagu itu pun terus kuputar dan kuputar
Entah sudah berapa kali aku mendengarkannya
Namun aku masih saja menikmati alunan lagu itu
Tanpa terasa air mata ini menetes
Seiring tetesan air surgawi yang membasahi bumi

Tak ada satu pun yang melihatku di kursi kayu itu
Dan tak ada satu pun yang dapat mendengar isak tangisku
Kecuali dedaunan, angin yang berhembus dan tetesan hujan
Yang menjadi saksi bisu sore itu..

Entah apa yang kurasa saat itu..
Ku hanya tak selamanya selalu kuat seperti apa yang kau lihat
Terkadang aku berpura-pura kuat tuk menyembunyikan kesedihanku
dibalik senyumanku yang merona untukmu
Hingga Ku pun tak kuasa menahan 
Dan untuk yang kesekian kalinya, air mata ini menetes...

By Va Lerie Katya Poriskova

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

3 comments:

priyatnoardi said...

I'm sorry to hear that....be strong :)

poriskova said...

Yup,This fact of life. Tastes like chocolate sometimes sweet and sometimes bitter...
Thank's mas ardi ^^

priyatnoardi said...

semua akan indah pada waktunya :)

Post a Comment